Bisnis Keluarga, Haruskah Diakhiri Oleh Generasi Ketiga?

Sebagian besar percaya bisnis keluarga akan menjadi semakin kompetitif (79%), serta menghasilkan lebih banyak inovasi teknologi dan bisnis di masa depan (73%). Bisa dikatakan, mengelola bisnis milik sendiri adalah pilihan yang justru lebih mudah ketimbang meneruskan bisnis warisan. Usaha keras saja tak cukup, menjalankan bisnis keluarga juga menyangkut nama besar dan keberlangsungan keluarga. Silih Agung Wisesa, penulis buku Political Branding & Public Relation mengatakan bisnis keluarga memiliki value yang relatif berbeda. Ada hubungan persaudaraan, unggah-unggah antar anggota keluarga dan budaya yang ditanamkan oleh orang tua.

Bisnis dengan keluarga

Tapi, salah besar jika Anda berusaha untuk menyamai karakter generasi sebelumnya. Usia yang menjadi alasan, memaksa mereka melakukan kaderisasi untuk mempersiapkan tongkat kepemimpinan selanjutnya. Mereka hanya ingin, agar apa yang sudah dicapai selama ini, memiliki penerus dan tidak mandek saat mereka sudah tidak lagi produktif.

Dan, segala perubahan yang terjadi perlu kita terima dan hadapi dengan sangat baik, sehingga bisnis kita tetap bisa bertahan. Meskipun begitu banyak perubahan yang terjadi, salah satu cara efektif lainnya untuk menghadapi perubahan adalah dengan merangkul para generasi muda. Perusahaan keluarga atau yang sering disebut Bisnis Keluarga memiliki peran penting dalam menopang perekonomian bangsa.

Agar perusahaan dapat bertumbuh dan berkembang sesuai dengan cita-cita sang pendiri, yakni orangtua Anda sendiri. Keluarga Wonowidjojo menempati urutan kedua pemilik bisnis keluarga tersukses melalui bisnisnya PT Gudang Garam, Tbk dengan kekayakaan $7.1 miiar. Susilo adalah anak ketiga dari Surya Deposit LINK AJA Wonowidjojo sebagai pendiri Gudang Garam dan ia menggantikan sang kakak, Rahman Halim, yang meninggal pada 27 Juli 2008, untuk memimpin perusahaan warisan keluarga tersebut. Saat terjadi konflik, hendaknya memiliah mana yang menjadi masalah keluarga dan mana yang terkait dengan bisnis.

Dalam pembuatannya, Anda perlu mendiskusikannya dengan keluarga yang nantinya akan menjadi rekan bisnis Anda. Hal ini perlu dilakukan agar sebelum bisnis dimulai, para pendiri bisnis telah setuju atas konsep dan enterprise model yang akan dijalankan. Selain itu, diskusi tersebut juga dapat membuat Anda lebih memahami bagaimana karakter dan bakat masing-masing keluarga yang ingin Anda ajak berbisnis. Entrepreneur Camp merupakan portal para pebisnis untuk mempelajari bagaimana cara mengembangkan bisnis, berbagi ide berbisnis, dan menggunakan produk/layanan demi meningkatkan penjualan. Bahkan walaupun orang itu adalah anggota keluarga yang sudah Anda kenal baik, belum tentu Anda akan cocok untuk membuka bisnis dengannya.