5 Hal Penting Sebelum Bangun Bisnis Bareng Teman

Namun, setiap pihak tidak bertanggung jawab terhadap kesalahan yang dilakukan oleh pihak lain. KOMPASIANA—Dengan ruang gerak yang semakin terbatas, rasa-rasanya mencoba berbisnis dengan teman sendiri bisa dijadikan pilihan. Artinya, mitra usaha harus tahan banting, termasuk mau dilibatkan saat terjadi sebuah konflik atau masalah. Di banyak kasus, seorang mitra lebih memilih mundur dari sebuah kerja sama, saat badai sedang menerjang. Dengan begitu, sebuah usaha akan mudah dijalankan, dan potensi menggapai kesuksesan akan terbuka lebar. Hal ini akan berbanding terbalik jika Anda mengabaikan dan tidak memperhatikan kapabilitas dari calon rekan usaha.

Sistem income yang diberikan sudah merupakan revenue standar baku dari perusahaan dan sifatnya terbuka, artinya earnings agent tidak bisa ditutup-tutupi oleh chief atau dari perusahaan. Agent dapat menghitung sendiri seberapa besar hak yang seharusnya mereka terima dari hasil bisnis tersebut. Baik komisi aktif, komisi pasif, bonus, insentif dan sebagainya. Inilah mengapa saya memutuskan untuk menjadi seorang pebisnis asuransi, Karena saya bisa memilih ‘waktu bekerja’ yang saya mau. Seiring tumbuhnya revenue saya, saya tetap punya watku untuk berkumpul dengan keluarga dan melakukan hal-hal yang saya inginkan.

Berbisnis dengan parter

Memang menyenangkan jika bisa memulai bisnis bersama teman, apalagi teman yang sudah dikenal dekat. Namun demikian, membangun wirausaha dengan rekan bisnis tidak semudah apa yang dipikirkan. Oleh karena itu, agar bisnismu berjalan lancar kamu harus memilih rekan bisnis yang tepat dan memiliki kesamaan tujuan dalam berwirausaha. Kamu harus memilih companion bisnis yang profesional dan bertanggung jawab. Maksudnya yaitu carilah companion bisnis yang bisa mengemban tugasnya dengan baik dan bisa kamu ajak kerjasama dalam memikirkan perkembangan bisnis ataupun masalah-masalah dalam bisnismu.

Jangan sampai terjadi, teman kamu mengerjakan tugas yang lebih banyak dibandingkan kamu. Lamanya pertemanan tidak menjamin bisnis bisa sukses atau bertahan lama. Bisa jadi teman yang selama ini dekat dengan kita hanya cocok dijadikan teman curhat, bukan rekan bisnis. Sebelum memulai usaha, penting untuk membuat surat perjanjian yang berlandaskan hukum, berupa kontrak tertulis di atas kertas yang dilengkapi materai, termasuk poin soal pembagian tugas dan keuntungan. Tentunya akan berbeda jika Anda mencari orang baru untuk menjadi partner Kingkong Games bisnis Anda, sebab Anda harus beradaptasi dengan karakternya.

Berbeda halnya jika orang yang Anda jadikan companion tidak memiliki keahlian yang sesuai dengan bisnis Anda. Ia tentu tidak akan bisa memberikan masukan apapun ketika bisnis menemui kendala. Misalnya Anda yang hendak menjalankan bisnis kuliner masih belum mengetahui tentang bisnis kuliner itu sendiri. Nah dengan adanya companion bisnis yang berpengalaman, Anda tentu akan lebih mudah menjalankan bisnis berkat arahan dari companion Anda tersebut. Anda mungkin sudah memiliki sudut pandang pribadi yang Anda yakini akan berhasil. Jangan dulu marah jika calon rekan bisnis Anda protes dengan ide atau inovasi yang Anda ajukan.

Tidak sedikit orang yang ingin memulai bisnis, hanya saja, kebanyakan dari mereka tidak tahu bagaimana cara memulainya. Walau seseorang punya ide bisnis yang potensial, tapi ia tidak dapat mengelaborasinya menjadi sebuah rencana bisnis yang matang, pastilah bisnis tersebut sulit untuk diwujudkan. Jika Anda melakukan kesalahan, Anda harus mengakuinya kepada rekan bisnis Anda. Perlakukan dia dengan baik, dengan cara berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dibuat. Untuk merintis hal tersebut ada aturan yang harus diterapkan supaya kolaborasi ini terjalin dengan baik, spAcer.

Berbeda dengan memilih associate yang tidak memiliki rasa tanggung jawab, ia akan cenderung lalai dan menyebabkan bisnis anda tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pribadi yang demikian memiliki sifat yang tidak mudah fokus dalam menjalankan bisnis, karena ketidak mampuannya memisahkan urusan pribadi dengan pekerjaan. Hanya saja rekan bisnis yang tidak memiliki keadaan finansial yang stabil akan cenderung egois dalam hal bisnis. Hal ini akan berdampak kurang bagus untuk bisnis yang sudah dirintis.

Tapi Anda juga bisa merekrut dan menggaji orang lain agar membantu Anda mengurus perusahaan dan diberi kewenangan besar juga untuk mengambil keputusan terhadap bisnis Anda. Hal yang paling penting dari hubungan bisnis antar kerabat adalah bagaimana melakukan manajemen apabila terjadi konflik. Seringkali dalam perjalanan bisnisnya, proprietor berbeda pendapat atau visi satu sama lain.